9.25.2012

Workshop Trailer Air Mata Terakhir Bunda

Penasaran dengan karakter film Air Mata Terakhir Bunda? Ini dia workshop trailernya:

by: RK23 Pictures


dokumentasi workshop film AMTB produksi RK23 Pictures yang dibintangi Happy Salma Vino G Bastian Rizky Hanggono dengan penampilan khusus Marsha Timothy

9.13.2012

Sneak Peak Shooting Film Air Mata Terakhir Bunda

Seputar kegiatan Rizky dalam shooting film Air Mata Terakhir Bunda di Sidoarjo:

Saat observasi peran dan lokasi (Rizky Hanggono as Iqbal dewasa):

dengan penulis novel Mbak Kirana Kejora
Iqbal muda & Iqbal Dewasa
Shot adegan pasar malam

Shooting days:

Adegan Cak Iqbal basah2an cuci mobil sewaan, siap2 ke wisuda Delta
Cak Iqbal basah2an pasca cuci mobil


Adegan Cak Iqbal pulang kerja

Adegan Cak Iqbal dengan Ibunda Sriyani

Iqbal dan Delta (Vino G Bastian) di set Gedung Robotika ITS
Suasana shooting di Terminal Larangan, Sidoarjo
Happy Salma in Sriyani muda

Happy Salma in Sriyani tua
Delta (Vino G Bastian), Lauren (Marsha Timothy) & Iqbal di set Kalanganyar




Rizky Hanggono: Setiap Peran Adalah Sebuah Terapi

Taken from: 21cineplex.com (http://www.21cineplex.com/slowmotion/rizky-hanggono-setiap-peran-adalah-sebuah-terapi,3240.htm#.UE6IDG9gYKI.twitter)

Posted by: Deni.Deri

rizky hanggono
Setelah menjadi seorang bapak di film keluarga Tiga Sekawan, Rizky Hanggono mendapat peran berbeda dalam film terbarunya Air Mata Terakhir Bunda (AMTB). Di film yang mengambil lokasi syuting di Sidoarjo tersebut Rizky mengaku senang karena belum pernah datang ke daerah yang terletak di Jawa Timur itu.
 
“Seneng banget karena belum ke Sidoarjo, dan dengar-dengar juga jarang banget orang yang bikin film disini. Ini lokasi yang auranya menarik banget buat gua. Dan bisa menjadi satu bagian kehidupan masyarakat Sidoarjo sudah menarik banget buat gua,” ungkap Rizky saat ditemui 21cineplex di lokasi syuting AMTB di Sidoarjo, Kamis (06/09).
 
Walau belum memulai syuting, namun Rizky sudah menyambangi lokasi pengambilan gambar AMTB untuk tahu lebih jauh mengenai tempat nantinya dia bekerja itu. Kota Sidoarjo yang panas pun menjadi sebuah tantangan lain buatnya. Walaupun menurut Rizky ada hal lain yang lebih menantang selain faktor cuaca.
 
“Persiapannya lebih panas ya di sini dan fisik pastinya, tapi kalau secara karakter gimana caranya menjadi anak muda lagi. Soalnya di film terakhir gua di situ gua jadi bapak-bapak. Dan yang paling menantang di sini adalah kerjasama dengan Happy Salma. Karena terakhir gua ketemu ama dia di FTV kita jadi pasangan, sementara gua di sini jadi anaknya,” lanjutnya.
 
Dalam film arahan sutradara Endri Pelita itu, Rizky berperan sebagai Iqbal yang merupakan anak Sulung dari Ibu Sriyani yang diperankan Happy Salma. Film dengan tema keluarga memang menjadi pilihan bagi Rizky semenjak menikah dan memiliki anak.
 
“Ya karena sekarang sudah berkeluarga, jadi gua memandang keluarga itu sebagai suatu bagian yang penting secara pribadi. Jadi gua ingin karya-karya gua adalah sesuatu yang punya nilai sentimentil dan emosional secara pribadi tapi sekaligus bisa gua share ke orang lain. Sekarang gua ingin mencoba sesuatu yang baru, tapi tidak meninggalkan apa yang pernah gua lewatin, intinya beradaptasi aja sih,” lanjut suami Roro Maheswari Yakti ini.
 
Aktor yang memulai debut akting perdananya dalam film Ungu Violet itu (2005) menyatakan apapun perannya, mau jadi orang tua, atau anak muda hal tersebut adalah tanggung jawab bagi dirinya, dan Ia hanya mensyukuri dan menjalaninya dengan baik. 
 
“Peran dalam sebuah film adalah sebuah terapi, karena dulu sebelum syuting gua orangnya tertutup dan cenderung tidak percaya diri. Ketika gua mulai syuting, ini menjadi pembelajaran buat gua ada baiknya membuka diri untuk orang lain. Buat gua akting ini sendiri selama sekian tahun yang gua alamin ini adalah pembelajaran buat gua untuk menjadi orang yang lebih baik,” tambah bapak satu anak itu serius.
 
Air Mata Terakhir Bunda adalah film kesembilannya yang akan dibintanginya selama tujuh tahun berkarir di layar lebar tanah air. Menurut aktor berusia 31 tahun itu, film yang di angkat dari novel karya Kirana Kejora itu sangat luar biasa karena memiliki cerita yang menyentuh dan dalam. 
 
“Pesan film ini intinya tentang seorang wanita yang luar biasa, sesosok ibu yang luar biasa dan ibu bagi gua luar biasa banget. Kita diajak berkaca lagi seberapa besar pengorbanan seorang ibu, betapa besar cinta seorang ibu, dan seberapa jauh seorang ibu bisa melakukan apapun demi anaknya. Kalaupun ada kritik sosial yang mau disampaikan di sini itu hanya bagian kecil saja dari fenomena yang ada di Sidoarjo ini,” pungkasnya sambil menutup pembicaraan.
 
Air Mata Terakhir Bunda yang memulai proses produksinya sejak 3 September itu direncanakan untuk tayang di bioskop menyambut hari ibu di Bulan Desember 2012.

8.13.2012

Rizky Hanggono Pantau Anak Lewat Gadget



Rizky Hanggono kabarnya terlalu sibuk hingga hanya bisa memantau anak lewat gadget. Namun langkah Rizky tersebut berdampak buruk pada buah hatinya hingga mengetahui hal-hal yang tidak sewajarnya diketahui anak

Press Release: Film 3 Sekawan

by: Publishing Entertainment Network ( PEN)
Tatzuar Amir Soebagjo


Industri perfilman Indonesia saat ini sudah semakin menyuguhkan keragaman tema, ide ataupun genre.
Salah satu tema yang banyak disajikan di berbagai film Indonesia belakangan ini adalah drama keluarga dan petualangan anak.
Global Pictures, sebagai salah satu rumah produksi baru, kembali mencoba menyuguhkan sebuah film yang menggabungkan antara drama keluarga dan petualangan anak lewat sebuah film berjudul Tiga Sekawan.
Bertempat di kantor Global Pictures di Jalan Taman Empu Sendok no. 21 Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Jumat (10 Agustus 2012) diadakan media gathering sekaligus acara buka puasa bersama terkait pengenalan film Tiga Sekawan.

Tiga Sekawan adalah sebuah film produksi perdana dari Global Pictures, disutradarai oleh sineas pendatang baru, Ivan Alvameiz, yang juga menullis naskah film ini.
Tiga Sekawan bercerita mengenai 3 orang anak yang berbeda karakter dan juga latar belakang sosial.
Ketiga anak itu adalah Zee (Rizky Black), Flo (aktris pendatang baru Stefahani Husen) dan Jo (Dandy Rainaldy).
Flo dan Jo merupakan anak yang dibesarkan di tengah keluarga berkecukupan dan modern, kebalikan dari Zee.
Bila Flo dan Jo  diberikan fasilitas berteknologi mutakhir, Zee justru dibesarkan dengan berbagai mitos yang berkaitan dengan dunia supranatural, mistis dan takhyul.
Mereka bertiga ditemukan di sebuah sekolah negeri dan mereka sama-sama terlibat di organisasi kepanduan (Pramuka) sekolah.  Suatu ketika ketiga sahabat itu mengikuti latihan perkemahan di sebuah desa, tempat asal pembantu keluarga Jo.
Zee yang dibesarkan dengan takhyul dan berbagai mitos dunia supranatural, awalnya enggan untuk bergabung. Akan tetapi nilai persahabatan akhirnya membuat Zee mau ikut kegiatan perkemahan itu.
Dari sinilah Zee, Jo dan Flo akhirnya terlibat dalam suatu petualangan seru dalam membuktikan apakah takhyul dan mitos yang selama ini mereka dengar itu nyata atau hanyalah isapan jempol semata.
Dalam jumpa media, sekaligus buka puasa bersama dengan para jurnalis di kantor Global Pictures sore tadi, terungkap berbagai detail terkait film Tiga Sekawan.


Jumpa media tersebut turut dihadiri oleh para bintang pemeran, sutradara dan produser film Tiga Sekawan, antara lain sutradara Ivan Alvameiz, produser Ferry Noerdin Lawadue, Rizky Hanggono, Virny Ismail, serta tiga aktor cilik Rizky Black, Stefhani Husen dan Dandy Rainaldy.
Menjawab pertanyaan salah satu wartawan yang hadir, sutradara Ivan Alvameiz, menjawab pertanyaan darimana ide untuk film Tiga Sekawan.
“ Film ini berangkat dari sugesti dan doktrin yang kerap ditanamkan oleh para orang tua bahwa anak-anak akan ditemui oleh mahluk semacam hantu, bila melanggar peraturan yang dibuat oleh orang tua. Tapi hal itu dilakukan tanpa adanya pembuktian apakah doktrin tersebut sungguh ada atau tidak, “ papar sutradara Ivan Alvameiz.
Ivan kemudian juga menjawab mengapa dirinya memasukan Dede Yusuf sebagai salah satu pemeran di film ini. Dede Yusuf memang memerankan sebagai Pembina Pramuka di film ini.
“Pramuka adalah sebuah kegiatan ekstrakurikuler yang semakin tidak banyak dilirik orang. Padahal Pramuka itu adalah sebuah institusi yang bisa menjadi wadah pembentukan karakter,”
Terkait dengan pertanyaan seputar keterlibatan Dede Yusuf, produser Ferry Noerdin Lawadue mengatakan bahwa salah satu pertimbangannya adalah Dede Yusuf merupakan pimpinan kwarda (kwartir daerah) Pramuka Jawa Barat, sekaligus pernah menjalani profesi keaktoran.
“Beliau (Dede Yusuf) adalah pemimpin kwarda Pramuka Jawa Barat. Beliau juga merupakan tokoh populer dan pernah jadi bintang film. Kepopuleran dan posisi beliau sangat membantu film ini nantinya. Kami juga merencanakan untuk bekerjasama dengan organisasi kepramukaan di berbagai daerah, “ ujar Ferry Noerdin.

Awalnya film ini akan memakai judul Ghost, karena memasukkan unsur supranatural yang menjadi bagian konflik di filmnya.
Akan tetapi judulnya berubah, salah satu dasarnya adalah permintaan Dede Yusuf.
“Awalnya judul film ini adalah Ghost. Tapi Dede Yusuf keberatan bermain dalam film berjudul begitu. Setelah diubah, beliau malah mau bermain dalam 4 scenes yang awalnya cuma satu scene saja, “ Ferry Noerdin melanjutkan.
Dipilihnya tema melawan mitos hantu merupakan pilihan sutradara, karena hantu merupakan hal yag dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehari hari dan juga sering dibicarakan.
Rizky Hanggono yang memerankan karakter Papa Bo (ayah karakter Jo) mengatakan bahwa hantu juga mewakili sebuah simbol.
“Banyak pesan positif dalam film ini. Takut akan hantu di sini juga merupakan sebuah simbolisasi bahwa anak-anak takut akan sesuatu yang tidak pasti. Hantu adalah sesuatu yang tidak pasti, jadi di film Tiga Sekawan ini, anak-anak diberi suatu pemahaman agar tidak takut pada sesuatu yang tidak pasti, “jelas Rizky Hanggono.

Tiga Sekawan melakukan syuting selama 30 shooting days. Meskipun berjumlah total 30 hari syuting, prosesnya sendiri tidak berlangsung secara berurutan.
Syutingnya berlangsung dari April hingga minggu awal Juni 2012, berlokasi di Gunung Puntang, Banjaran, Bandung Selatan. Persentase syuting sebanyak 80% di lokasi Gunung Puntang dan 20% di Jakarta.
Tiga Sekawan turut dibintangi oleh Virny Ismail (Extravaganza), Monica Oemardi ,Tieke Priatnakusumah dan Jason daniels
Film ini sudah mendapat slot tayang pada bulan Oktober 2012 di jaringan bioskop Cineplex 21, tapi belum mendapatkan tanggal tayang pasti.



4.04.2012

ceritamu(dot)com: Dede Yusuf Kembali Bergelut di Dunia Film

CERITAMU.COM - Lama tak berkecimpung di dunia perfilman tanah air, mantan aktor laga yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat, Yusuf Macan Effendi atau biasa disapa Dede Yusuf tak akan lama lagi kembali ke dunia yang telah melambungkan namanya itu dengan terlibat dalam pembuatan sebuah film. Bukan berperan sebagai aktor, melainkan berperan sebagai orang dibelakang layar.

Kabarnya, film Dede Yusuf ini akan bekerja sama dengan PT. Global Media Picture dan Kwarda Pramuka Jabar. Lalu apa hubungannya Kwarda Pramuka Jabar dalam film ini? begini ceritanya..

Film ini memang mengambil tema tentang Pramuka. Dimana, film tersebut akan mengisahkan tiga orang jagoan yang memiliki kemampuan pramuka. Namun tak hanya itu, meskipun akan bertumpu pada petualangan dan kecakapan Pramuka, film ini akan ditambah dengan balutan cerita komedi dan horor.

Untuk persiapannya sendiri, pada hari Sabtu-Minggu akhir pekan kemarin bertepat di Bandung, Dede Yusuf sudah mulai mencari bibit-bibit unggul dengan membuka open casting untuk mencari pemeran utama pria yang nantinya akan bermain dalam film garapannya.

Dalam prosesnya, Dede Yusuf sedikit bercerita telah ada sekitar 100 anggota pramuka berusia antara 10 hingga 13 tahun yang mengikuti proses casting dihari pertama. Dan pihaknya akan memantau yang terbaik agar film nantinya bisa memuaskan.

Rencananya, syuting akan segera dimulai setelah para pemain yang dicari sudah terpilih. Syuting akan mengambil lokasi di Situ Cileunca Kabupaten Bandung dan area pegunungan Kawasan Bandung Selatan dengan para artis pendukung seperti Rizky Hanggono, Anya Dwinov, Virnie Ismail, dan Tike Priatnakusuma. Film diharapkan sudah akan bisa diputar dibioskop-bioskop seluruh Indonesia pada bulan Juli 2012 mendatang. (HI)

Sumber&Image: okezone&pramukasahabatkita.blogspot.com

3.22.2012

Gala Premiere The Raid


Tadi malam saya menghadiri gala premiere film The Raid. Sebuah film laga yang bahkan sebelum peluncurannya di Indonesia, sudah menarik banyak perhatian dari pecinta film di tanah air. Bahkan menuai kesuksesan dan tanggapan positif di luar negeri. Dan saya sangat beruntung menjadi salah satu orang yang bisa menonton film ini untuk pertama kalinya.

With The Man, Iko Uwais

Kesan saya tentang film arahan sutradara asal Inggris, Gareth Evans ini hanya satu kata: SANGAR! Aksi laga yang ditampilkan para pemain, diantaranya Iko Uwais, Joe Taslim, Yayan Ruhiyan, Ray Sahetapy dan Pierre Gruno, layak diacungi 10 jempol. Kerjasama tim yang pernah membuat film laga sukses MERANTAU ini kembali menghasilkan sebuah karya film yang cadas. Aksi pertarungan yang realistis dan keras tersaji sepanjang film. Memanjakan mata, tapi terkadang membuat penonton menahan nafas karena melihat "pertumpahan darah" yang ditampilkan dengan sedemikian nyata.

Film THE RAID berhasil dengan gemilang memuaskan dahaga saya sebagai seorang peminat film laga, terutama yang bertema militer atau kepolisian. Bahkan semakin memacu keinginan saya untuk bisa terlibat dalam produksi film sejenis ini. Semoga saja akan ada kesempatannya.

-HGN-